Berhenti Merokok

Setelah membaca http://strategimanajemen.net/2011/07/25/kenapa-kapitalis-rokok-itu-mungkin-lebih-buruk-dibanding-koruptor/ saya jadi ingat kalau saya adalah mantan perokok. Saya berhenti total merokok sejak bulan maret 2009. Lupa tanggal berapa saya berhenti merokok. Kalau saat itu saya tahu kalau akan berhenti merokok mungkin akan saya catat dan saya ingat-ingat rokok terakhir yang saya hisap. Yah, sekedar untuk mengingatkan kalau saya pernah jadi perokok… 🙂

Kapan saya mulai merokok saya juga lupa, seingat saya pernah ditawari sehisap rokok oleh Bapak saya yang bukan perokok juga. Dia kadang-kadang saja merokok dan sangat jarang tapi sampai saat ini Beliau masih suka merokok walaupun sangat jarang. Waktu itu mungkin waktu sekolah SD. Kadang-kadang saya suka minta sehisap rokok kalau bapak saya lagi merokok.

Kemudian saya coba-coba merokok waktu SMP atau SMA yah, hanya coba-coba saja. Mulai getol merokok saat kuliah. Sepertinya karena mesti mikir kuliahan ataupun membuat tugas akhir atau sering sendiri sehingga jadi tambah getol merokok.

Setelah berkeluarga dan mempunyai anak saya jadi tambah getol merokok, apalagi sering main kartu Canasta di mana para peserta nya yang masih satu keluarga sangat getol merokok. Jadi deh merokok saya jadi tambah nikmat.

Entah kenapa sekitar bulan februari 2009 saya mulai menderita Batuk. Biasanya satu minggu sembuh. Batuk yang ini sampai berbulan-bulan. Akhirnya maret 2009 saya berhenti merokok. Akan tetapi batuk tidak kunjung sembuh. Berjuta-juta rupiah dihabiskan untuk ke dokter dan membeli obat. Namun batuk tidak kunjung sembuh walaupun saya sudah berhenti merokok.

Batuk yang diderita agak aneh. Sempat sembuh, kemudian kambuh lagi kalau makan gorengan atau es. Jadi saya berusaha sekuat tenaga untuk tidak makan gorengan maupun minum es. Kemudian saya mencoba untuk berolah raga lari yang awal mulanya saya ceritakan di situ. Syukur alhamdulillah setelah rutin berlari sampai saat ini batuk saya hilang. Selain itu badan segar dan juga jarang kena flu. Walaupun kena flu hanya sehari atau dua hari dan sembuh sendiri tanpa perlu pergi ke dokter.

Gorengan dan es bisa saya makan walaupun memang tetap harus dijaga kuantitas dan juga sumber nya. Sebisa mungkin menghindari gorengan yang dibeli di pinggir jalan. Es pun walaupun minum tetap dijaga tidak terlalu dingin.

Merokok memang nikmat, tetapi akan lebih nikmat lagi tanpa rokok. Napas lebih segar, berlari bisa lebih jauh tanpa ngos-ngosan. Uang lebih hemat. Walaupun kadang-kadang saya masih suka tergoda untuk merokok apalagi jika sedang kumpul-kumpul dan yang lain merokok. Tapi saya tetap ingat manfaat yang saya alami dengan tidak merokok.

Untuk berhenti merokok sepertinya perlu merasakan ketidakenakan dari merokok dan kenikmatan setelah berhenti merokok