Diet Makan Malam

Terakhir saya timbang badan sebelum tulisan ini dibuat adalah pada tanggal 12 april 2011 di K24 pondok pinang. Hasilnya, berat badan saya 90 kg, sungguh mengecewakan. Dengan tinggi badan 168 cm berarti BMI saya adalah 31.9 yang artinya obesitas.. argghhh… Apa yang ada dalam benak saya adalah bagaimana caranya menurunkan berat badan. Tentunya dengan berat badan ideal banyak keuntungan yang bisa didapat dan terhindar dari berbagai macam resiko kesehatan akibat kegemukan. Di antaranya jantung, kolesterol dan lain sebagainya.

Banyak usaha yang sudah saya lakukan untuk mengurangi berat badan. Contohnya yang saya lakukan adalah dengan menjalankan Menu Diet 13 Hari tanpa garam seperti yang tertulis di sini. Namun hanya sampai hari ke 3 sudah KO alias menyerah. Tidak sanggup lagi mengikuti menu yang ada. Badan terasa sangat lemas.

Kemudian mulai september 2010 hari kedua lebaran, saya coba untuk berolah raga lari dengan memanfaatkan gadget Nike+ dan iphone seperti yang saya ceritakan di sini. Namun pada bulan Maret 2011, intensitas lari saya berkurang. Biasanya saya lari 5 kali dalam satu minggu, pada bulan tersebut kira-kira hanya 2 kali dalam seminggu. Hasilnya berat badan saya naik 4 kg hanya dalam jangka waktu satu bulan… arrrggghh…

Memang selama saya rutin berlari, pola makan saya tidak saya ubah. Pada saat saya lapar ya saya makan. Pengen makan enak dan banyak.. ya saya lakukan. Makan malam tetap. Indomie… jalan terus.. hampir tiap malam…. jadi ya karena itulah saya mengambil kesimpulan berat badan saya jadi naik kalau lari saya kurangi sedikit saja.

Oleh karena itu selain saya akan terus berolah lari minimal 4 kali dalam seminggu atau minimal 35 km dalam seminggu, saya akan mencoba Diet yang saya namakan Diet Makan Malam. Apa itu Diet Makan Malam. Setau saya belum ada dan ini adalah diet kreasi saya sendiri. Hasilnya akan saya share melalui tabel yang dapat dilihat di sini.

Diet Makan Malam saya mulai sejak tanggal 14 April 2011. Untuk melakukan diet makan malam ini yang harus saya beli adalah timbangan badan digital dengan tingkat presisi 100g. Setiap malam, saya akan menimbang berat badan saya. Jika berat badan saya kurang dari berat badan kemarin malam, saya diperbolehkan makan malam. Seandainya berat badan saya sama atau malah lebih berat dibandingkan berat badan saya kemarin malam, maka saya tidak diperbolehkan makan malam. Makan malam di sini artinya makan di atas jam 19. Dengan tingkat presisi 100g, maka setiap malam hari berat badan saya mesti berkurang 100g dibanding malam sebelumnya baru saya bisa makan malam.

Mari kita lihat hasilnya dan jangan lupa Mari Lari !

ISI BENSIN JANGAN FULL TANK BANGET, INI PENJELASANNYA

Source:email
.

Cuma sekedar sharing dan maaf kalo
Sya dapet info ini dari milis club mobil & pengen sharring ke teman2

“kemaren ± 3 minggu lalu, saya dapat informasi mengenai cara pengisian bensin di SPBU dari team HSSE

Kebetulan ini juga dulu menjadi kebiasaan saya pada saat isi bensin full tank. Jika saya isi full tank, saya benar2 isi full sampai leher tanki.

Ternyata, disarankan agar kita stop melakukan pengisian setelah bunyi “plop” pertama dari mesin spbu saat penuh. Dan membiarkan tetap ada space antara bensin dan leher tangki.

Concernya adalah:
1. space itu untuk menjaga pemuaian bensin yang terjadi dalam tangki shingga tidak terbuang (green environtment).
2. Mengurangi resiko terjadinya pemicu kebakaran dikendaraan.”

Yang dimaksud bunyi ‘plop’ adalah disaat otomatis noozle selang stop sendiri krn pengisian sudah mau penuh.

Logikanya kalo bensin memuai & tidak ada tempat yg cukup akan memberikan tekanan udara /pressure yg kuat, entah itu ke tutup tangki atau ke karburator/injection. Kalo tekanan berlebihan, bukankah itu bahaya ? Coba buka aja tutup tangki pas siang hari, pasti ada bunyi seperti ban bocor…whusss….itu tandanya ada tekanan udara dari bensin yg memuai.