Makanan Korea

Setelah beberapa kali diajak untuk makan di restoran korea baru kali ini saya merasa menikmati hidangan dan suasananya. Kali ini saya diajak makan di restoran korea di daerah SCBD bernama restoran GAHYO yang berarti “Delicious Food with Drink”. Saya dapat sedikit pengetahuan mengenai kebiasaan makan orang korea. Baru tahu bahwa, mereka memiliki tiga fase dalam menikmati hidangan. Pertama adalah makan daging atau makanan berjenis protein tanpa nasi. Selama makan ditemani oleh pelayan yang memanggang daging dan membagikan ke setiap orang daging yang sudah masak. Setelah fase pertama selesai, kemudian fase kedua adalah memesan masakan utama yang berupa karbohidrat. Setelah selesai menyantap habis makanan pada fase kedua, baru kemudian ditutup dengan minum minuman penutup atau memakan buah-buahan.

Berhubung saya seorang vegetarian saya melewati fase pertama, jadi langsung memesan hidangan utama yang terdiri dari karbohidrat. dapat dilihat pada gambar di bawah:

Saya lupa nama menunya apa. Hal yang menarik dari makanan ini adalah, nasi yang di atasnya ada sayuran dan telor mentah disajikan dalam mangkuk batu yang sangat panas. Saya ditawari untuk mengaduknya langsung selagi panas karena nasi akan menjadi gosong kalau tidak diaduk sesegera mungkin. Saya baru tahu, pada saat pelayan mengaduknya, prosesnya seperti menggoreng. Asap panas mengepul dan suara kriuk terdengar renyah. Telur yang tadinya mentah menjadi matang, dan terdapat kerak nasi yang lezat untuk disantap. Jika menyukai, hidangan tersebut bisa ditambah dengan sambal. Menyantap masakan ini juga disertai dengan sup yang sangat panas. Jadi terasa nikmat dan menyegarkan

Selamat menikmati

Di Mana Aku Berada

Source: facebook Majlis tausiyah para kyai&ustadz Indonesia

KH ABDULLAH GYMNASTIAR / A’A GYM:
“Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan..
Keyakinan hanya tinggal pemikiran, yang tak berbekas dalam perbuatan.
Ada ahli ibadah tapi mewarisi ke sombongan iblis..
Ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi..
Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat dan ada yang banyak menangis karena kufur nikmat..
Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat dan ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut..
Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan dan ada pezina yang tampil jadi figur..
Ada orang punya ilmu tapi tak paham, ada yang paham tapi tak menjalankan..
Ada yang pintar tapi membodohi, ada yang bodoh tak tau diri..
Ada orang beragama tapi tak berakhlak dan ada yang berakhlak tapi tak bertuhan..
Lalu di antara semua itu di mana aku berada..?”
(Ali Bin Abi Thalib R.a.)