Istilah Lalu-Lintas

[lang_id]Hampir semua jalanan di Jakarta mengalami kemacetan khususnya di pagi hari saat orang pergi ke kantor dan di sore hari saat pulang kerja. Tentunya hal ini sangat menyebalkan dan membutuhkan kesabaran tingkat tinggi. Berapa waktu terbuang di perjalanan belum lagi biaya bensin.

Salah satu cara mengatasi hal itu yaitu mencari jalur alternatif yang kurang kemacetannya. Walaupun hal ini di Jakarta sulit dilakukan karena hampir semua ruas jalanan Jakarta pasti macet. Untuk menentukan jalur alternatif biasanya orang mendengarkan radio yang memberitakan kondisi lalu lintas di ruas jalan tertentu. Cara lain yang sekarang lagi ngetrend yaitu follow twitter @TMCPoldaMetro atau @infoll. Twitter @TMCPoldaMetro diasuh oleh polda metro jaya.

Jika mengikuti informasi keadaan lalu lintas, ada beberapa istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan kondisi lalu lintas di antaranya:
1. Padat merayap
2. Ramai lancar
3. Lancar
4. Macet

Menurut pribadi saya istilah tersebut kurang bisa menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Sebagai contoh ada satu ruas jalan yang memang biasanya macet. Jadi percuma untuk melihat informasi lalu lintas mengenai keadaan jalan tersebut. Pastinya hasilnya macet. Untuk itu perlu ditambahkan istilah lain yaitu: macet normal, yang menggambarkan macetnya memang biasa seperti itu. Seandainya daerah tersebut lebih parah macetnya dari biasanya bisa ditambahkan angka di belakang kata macet. Semakin besar angkanya, semakin bertambah macet dari keadaan biasanya. Contohnya macet+1, macet+2, macet+3 dan seterusnya.

Jika keadaan nya lebih lancar dari biasanya kata macet dikurangi dengan angka dibelakangnya. contoh: macet-1, macet-2, macet-3 dan seterusnya. Seandainya biasanya lancar tapi sekarang macet cukup dituliskan macet tanpa penambahan apapun.[/lang_id]

[lang_en]Almost all the streets in Jakarta experiencing congestion, especially in the morning when people went to the office and in the afternoon when the finished work. Obviously this is very frustrating and requires a high level of patience. How much time is wasted on the trip not to mention the cost of gasoline.

One way to overcome this is to look for an alternative and less kemacetannya. Although this is in Jakarta difficult because almost all the sections must be jammed the streets of Jakarta. To determine alternative routes are usually those who preach the radio listening to the traffic conditions on certain roads. Another way is now more ngetrend follow @ twitter @ TMCPoldaMetro or infoll. Twitter @ TMCPoldaMetro nurtured by Polda Metro Jaya.

If you follow the traffic condition information, there are some terms that are often used to describe traffic conditions including:
1. Solid creep
2. Current Winners
3. Smooth
4. Jammed

According to my personal terms are less able to describe the actual condition. For example there is one road which is usually jammed. So no use to view traffic information on road conditions. Certainly the results stuck. For that we need another term added, namely: normal jam, which describes the breakdown of such ordinary indeed. If the area is more severe than the usual breakdown of figures can be added behind the word stuck. The bigger the number, the growing loss of state usually. For example jammed +1 , jammed +2 , jammed +3 and so on.

If things go more smoothly than usual, his words stuck behind it reduced the numbers. example: jam-1 , jam-2 , stuck-3 and so on.

If the current is usually bad enough but now written jam without any additions[/lang_en]