Solusi Kehidupan Seorang Muslim [ Ust Arifin Ilham ]

copy paste dari facebook aja:

[lang_id]
Setelah `terusir’ dari kenikmatan surga, Nabiyullah Adam mengalami ujian berat. Berpisah dengan Siti Hawa di tempat yang sangat asing. Menurut riwayat, Adam dibuang ke India, Hawa di Palestina.

Hal yang sama juga dialami Nabi Yunus AS. Tiga hari berada di perut ikan raksasa. Apalagi, semua armada kapal mengetahui setelah diundi namanya yang keluar sebagai penumpang yang harus dikorbankan di lautan. Di dalam perut ikan, Nabi Yunus AS diliputi rasa berdosa. Beliau yang telah meninggalkan dakwah itu pun mengalami `kesulitan hidup’, berpisah dengan umat dan harus tertelan ikan besar.

Kesulitan akan selalu ada, termasuk manusia-manusia pilihan, yaitu nabi dan rasul. Bedanya, rasul dan nabi menyikapinya sebagai ibrah dan sarat pelajaran, sedangkan kita terkadang menambah jauh jarak kita dengan Allah, bahkan terkesan menyalahkan takdir-Nya. Bagi nabi dan rasul, kesulitan hidup mengukuhkan kedudukan. Bagi kita, kesulitan hidup memperburuk keadaan bahkan menjatuhkan kedudukan.

Kesulitan hidup ada yang datang karena ulah dari perbuatannya, tapi ada juga yang datang karena merupakan ujian dari Allah SWT. Bisa jadi sebagai teguran untuk mengingatkan, tapi bisa sebaliknya sebagai azab dan kutukan. Semoga saja kesulitan hidup yang kita alami bukan sebagai kutukan. Karena itu, jika ia adalah teguran untuk mengingatkan, inilah yang harus dilakukan supaya kesulitan hidup menjadi kenikmatan dan kebahagiaan hidup.

Pertama, tobat sungguh-sungguh dengan meminta maaf dan mengembalikan harta hasil kezalimannya (QS Al-Furqan: 70). Kedua, bertakwa kepada Allah dengan menegakkan semua perintah-Nya, baik yang wajib maupun yang sunah dan secara bersamaan meninggalkan semua laranganNya, baik yang haram maupun yang makruh ataupun syubhat (QS At-Thalaq: 2-3). Ketiga, perbanyak istighfar (QS Nuh: 10-12).

Nabi Adam terkenal dengan kalimat permohonan ampunnya, Rabbanaa zhalamnaa anfusana wa illam taghfirlanaa wa tarhamna lana kuunanna minal khasirin, `’Wahai Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami, jika tidak Engkau ampuni sungguh kami tergolong orang-orang yang merugi.” Begitu juga, Nabi Yunus dengan doa dan istghfarnya, Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minazh zhaalimin, `’Tiada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau, sungguh aku termasuk orangorang yang zalim.” Keempat, sedekah (QS At-Thalaq: 8). Kelima, menolong saudara yang dalam kesulitan (QS Muhammad: 7). Keenam, selalu berdoa (QS Al-A’raf: 180). Ketujuh, jangan tinggalkan tahajud (QS Al-Isra: 79).

Kedelapan, senantiasa dalam keadaan berzikir, baik di hati, pikiran, lisan, ataupun perbuatan (QS AlAhzab: 41-44). Dan kesembilan, tawakal atau berserah diri sepenuhnya kepada Allah setelah segala-galanya sudah dilakukan (QS AtThalaq: 4). Wa Allahu A’lam.[/lang_id]

[lang_en]After the `expelled ‘from the enjoyment of heaven, Nabiyullah Adam suffered severe test. Parted with Eve in a very foreign place. According to history, Adam was exiled to India, Eve in Palestine.

The same was experienced by the prophet Yunus AS. Three days in a giant fish belly. Moreover, all the fleet knows after her name drawn out as the passengers who must be sacrificed in the oceans. In the belly of the fish, Yunus AS. guilt overwhelmed. He has left the propaganda that was experiencing difficulties `live ‘, separated by race and must be ingested large fish.

Difficulties will always exist, including human beings a choice, namely the prophets and apostles. The difference, as the apostles and prophets, respond and loaded ibrah lessons, while we sometimes add to the distance between us by God, impressed even blaming his fate. For the prophets and apostles, confirmed the position of the difficulties of life. For us, life’s difficulties exacerbate the situation even dropped position.

Life’s difficulties have come from his actions caused, but there also comes as a test from Allah SWT. Could be a warning to remind, as punishment but could reverse and a curse. Hopefully the difficulties of life we experience not as a curse. Therefore, if he is a reprimand to remind, this is what must be done so the pleasures and difficulties of living a life of happiness.

First, genuine repentance by apologizing and returning the proceeds kezalimannya (Sura al-Furqan: 70). Second, the duty to uphold God with all His commands, whether mandatory or that the sunnah and simultaneously leaving all of its ban, whether unlawful or Makruh or doubtful (QS At-Thalaq: 2-3). Third, multiply seek forgiveness (Sura Nuh: 10-12).

Prophet Adam’s famous sentence ampunnya petition, Rabbanaa zhalamnaa anfusana wa wa illam taghfirlanaa tarhamna Maulana kuunanna khasirin minal, `’Our Lord, we have menzalimi ourselves, if you do not forgive we really considered the people are the losers.”Nor , the prophet Jonah’s prayer and istghfarnya, La ilaha illallah Anta subhaanaka inni kuntu minazh zhaalimin, `’There is no god but You. Blessed art thou, really I do wrong, including just temporary.”Fourth, charity (QS At-Thalaq: 8). Fifth, help a brother in trouble (O Muhammad seven). Sixth, always pray (Sura Al-A’raf: 180). Seventh, do not leave tahajud (Sura Al-Isra: 79).

Eighth, constantly in a state of dhikr, either in your heart, mind, oral, or act (QS AlAhzab: 41-44). And ninth, submission or surrender fully to God after everything has been done (QS AtThalaq: 4). Wa Allahu knows best.[/lang_en]

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *