JAGO AKI

[lang_id]Accumulator di Indonesia dikenal dengan nama “AKI”. Entah bagaimana tepatnya sejarah istilah AKI ini. Kemungkinan dikarenakan penyebutan accumulator agak sulit dan lebih mudah menyebut AKI. Istilah AKI juga dirasa agak dekat kedengarannya dengan “ACCU” yang merupakan singkatan dari accumulator. Hanya diganti bunyi “u “menjadi “i”. Dalam bahasa sunda AKI diartikan dengan kakek. Sehingga dalam penggunaannya mesti dilihat konteks nya apakah AKI yang dimaksud adalah kakek atau accumulator.

AKI berfungsi sebagai sumber energi listrik searah atau dalam bahasa inggris disebut direct current bertegangan 12 V. Sangat vital fungsinya di kendaraan untuk menyalakan mesin pertama kali. Bayangkan jika AKI tidak berfungsi di saat yang dibutuhkan, kita harus mendorong mobil tersebut untuk menyalakan mesin. Apalagi di saat macet tiba-tiba mesin mati dan AKI tidak berfungsi. Bisa-bisa keringat dingin keluar, mencari orang untuk meminta pertolongan untuk mendorong mobil.

Untuk menyalakan mobil dengan cara mendorong, biasanya gigi perseneling dimasukkan ke gigi dua dengan posisi kopling diinjak. Kemudian saat mobil yang didorong dirasa cukup bergerak maju,kopling dilepaskan, selain itu jangan lupa berdoa agar mesin mobil bisa menyala kembali :). Tentunya kita ingin agar AKI selalu berfungsi dengan baik, apalagi di saat yang dibutuhkan. Oleh karena itu, AKI harus dirawat dan diukur tegangan listriknya secara rutin untuk mengetahui kondisi AKI. Untuk mengukur tegangan listrik digunakan voltmeter.

Ada tiga tegangan listrik yang harus diukur untuk mengetahui AKI dalam keadaan baik atau tidak, yaitu:.
1. Tegangan AKI saat kondisi kondisi mesin mobil mati
Saat kondisi mesin mobil dalam keadaan mati, tegangan AKI biasanya berkisar antara 12 V. Untuk AKI yang baru digunakan biasanya tegangannya sekitar 10 V. Akan tetapi seiring dengan penggunaannya, tegangan AKI akan mencapai 12 V.

2. Tegangan AKI saat mesin mobil dalam keadaan hidup.
Pada saat mesin mobil dalam keadaan hidup, AKI dalam kondisi yang baik akan diisi tegangannya oleh mesin mobil. Hal ini juga harus didukung oleh sistem kelistrikan mobil yang juga harus dalam keadaan baik. Biasanya tegangannya diukur pada saat LOAD ON dan LOAD OFF. Pada kedua keadaan tersebut tegangan terukur adalah sekitar 14 V

3. Nah yang ketiga adalah tegangan pada saat men-stater mobil. Biasanya nilainya berkisar di atas 10 V.

Untuk menjaga ketiga indikator tegangan tersebut dalam keadaan baik, perlu dilakukan perawatan. Untuk AKI sendiri, yang perlu dicek adalah kondisi air AKI. Paling tidak tiga bulan sekali atau setiap kelipatan 5000 km sebaiknya air AKI dicek apakah perlu diisi kembali atau tidak. Jenis air AKI sendiri ada dua macam. Jenis Air AKI yang pertama memiliki kemasan dengan warna merah, digunakan untuk pengisian pertama kali saat membeli AKI. Jenis air AKI kedua adalah kemasan dengan warna biru, yang digunakan untuk pengisian ulang seandainya air AKI habis. Hal yang perlu diperhatikan juga adalah volume air AKI jangan sampai melewati batas bawah dan batas atas. Selain itu setelah pengisian air AKI, ceceran AKI harus dibersihkan.

Terlihat mudah, tapi kenyataannya bagi saya sungguh merepotkan. Apalagi harus secara rutin buka tutup kap mobil lihat kondisi air AKI, terus mengisinya kalau kosong. Sepetinya gak deh. Daripada repot merawat AKI, saat ini ada vendor AKI yang juga memberikan layanan purna jual dalam perawatan AKI. Salah satunya adalah JAGO AKI. Setelah membeli AKI di JAGO AKI, kita diharuskan untuk mendatangi JAGO AKI untuk perawatan setiap kelipatan 5000 km atau 3 bulan tergantung mana yang lebih dulu dicapai. Selain itu kita tidak diperbolehkan untuk mengisi air AKI sendiri. AKI yang dibeli dari JAGO AKI digaransi selama 16 bulan selama kita melakukan perawatan rutin ke JAGO AKI. Untuk perawatan AKI dan pengecekan dilakukan dengan BEBAS BIAYA. Termasuk biaya TIP-TIP macam-macam kepada teknisi maupun parkir. Mereka akan menolak untuk menerima TIP.

Harga AKI Rp. 418.500,-
Harga AKI bekas milik kita dihargai Rp. 38000,-

Jadi pilih mana? merawat AKI sendiri, atau ke JAGO AKI dengan garansi selama 16 bulan ?

*Bukan salesman JAGO AKI. Hanya salah satu pelanggannya saja.

[/lang_id]
[lang_en]
Accumulator in Indonesia known as the “AKI”. I don’t know the exact history of term AKI. Maybe it’s more easily to say AKI than Accumulator. The term AKI is also considered quite close to sounding the “Accu” which is an abbreviation of the Accumulator. Just replaced the sound of “u” becomes “i”. AKI in sundanese language understood as the grandfather. So in the context of using it should be seen whether AKI is the grandfather or Accumulator.

AKI serves as a source of 12 V direct-current electrical energy. AKI has vital functions in the vehicle to start the car. Imagine if the AKI is not functioning at the time it takes, we must push the car to start the engine. Especially when stuck engine suddenly died and AKI does not work. I could have a cold sweat out, looking for someone to ask for help to push the car.

To start the car by way of encouraging, usually we inserted perseneling into second gear, clutch position trampled upon. Then when the car driven considered moving forward, the clutch is released, but it do not forget to pray that the engine can be turned back:). Of course we want to AKI always work well, especially in the time required. Therefore, AKI should be treated and measured the electric voltage on a regular basis. To measure the electrical voltage used voltmeter.

There are three voltage must be measured to determine AKI in good condition or not.

1. ACCUMULATOR voltage condition when the condition of the car engine dies
When the engine condition is off, the voltage typically ranges between 12 V. For new AKI used usually voltage around 10 V. However, along with its use, the voltage will reach AKI 12 V.

2. ACCUMULATOR voltage when the engine alive.
At the time the engine alive, AKI in good condition will be filled by the ignition voltage. It should also be supported by the car electrical system must also be in good condition. Usually the voltage measured at the time of LOAD ON and OFF. In both these circumstances the measured voltage is approximately 14 V

3. Now the third is the voltage at the time to car stater. Usually its value ranges above 10 V.

To keep the three indicators of voltage is in good condition, needs to be treated. To AKI itself, which needs to be checked is the condition of water AKI. Every three months or 5000 km AKI water should be checked whether to be refilled or not. There are two kinds or AKI water. the first type has red packaging, used for charging the first time when buying AKI. AKI second type of water is packaged in blue, which is used to recharge the water if discharged AKI. Things to note also is the volume of water should not be passed AKI lower limit and upper limit. Also after filling the water AKI, AKI scattered, must be cleaned.

Looks easy, but in reality for me so much trouble. Moreover, should routinely cover the hood open water conditions AKI view, continue to fill if blank. Sepetinya gak deh. Rather than treating AKI trouble, there are currently AKI vendor that also provides after sales service in the treatment of AKI. One of them is JAGO AKI. After buying the JAGO AKI AKI, we are required to go for treatment AKI JAGO each multiple of 5000 km or 3 months whichever comes first achieved. Also we are not allowed to fill water AKI itself. Purchased from AKI AKI JAGO guaranteed for 16 months as long as we perform routine maintenance to the JAGO AKI. For the treatment of AKI and checks carried out by COST FREE. Including the cost of TIPS to the various technicians and parking. They will refuse to receive TIP.

Price AKI Rp. 418,500, —
Price AKI former ours valued USD. 38,000, —

So which one will you choose? AKI own care, or to JAGO AKI under warranty for 16 months?

* Not salesman JAGO AKI. Only one customer.
[/lang_en]


Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *