Memanaskan Hati Iblis

Sumber: email

Sejumlah sahabat, pada suatu saat Rasulullah SAW bertanya
kepada Iblis, ” Jika engkau bisa menjawab dengan jujur, coba ceritakan
kepadaku, siapa yang paling engkau benci ?”

Iblis menjawab dengan jujur, ” Engkau, wahai Muhammad, adalah orang yang
paling aq benci dan kemudian orang2 yang mengikuti agamamu.”

” Lalu, siapa lagi yang paling kau benci ?” tanya Rasulullah SAW.
” Seorang pemuda yang bertakwa, yang mencurahkan dirinya hanya kepada
Allah SWT.” Jawab Iblis. ” Lalu, orang alim yang wara (menjaga diri
dari syubhat) lagi sabar. Lalu, orang yang senantiasa menjaga kesucian dari 3
kotoran (Hadast besar, kecil, dan najis).”
” Siapa lagi ?” tanya Rasulullah SAW.

” Orang Fakir yang senantiasa bersabar, yang tidak pernah menuturkan
kefakirannya kepada siapapun dan juga tidak pernah mengeluhkan penderitaan yang
dialaminya,” jawab iblis.
” Dari mana engkau tahu kalau ia bersabar ?”

” Wahai Muhammad, bila ia masih dan pernah mengeluhkan penderitaannya
kepada makhluk yang sama dengannya selama 3 hari, maka Allah SWT tidak akan
mencatat perbuatannya dalam kelompok orang2 yang bersabar.” jawab Iblis.
” Siapa lagi yang engkau benci ?”
” Orang kaya yang bersyukur.”

” Lalu apa yang bisa memberitahumu bahwa ia bersyukur ?”
” Bila saya melihatnya mengambil kekayaannya dari apa saja yang dihalalkan
dan kemudian disalurkan pada tempatnya.”
” Bagaimana kondisimu apabila umatku menjalankan sholat ?” tanya
Rasulullah SAW.
” Wahai Muhammad, saya langsung merasa gelisah dan gemetar,” jawab
Iblis.

” Sesungguhnya apabila seorang hamba bersujud kepada Allah SWT, maka Allah
akan mengangkatnya satu derajat (tingkat). Apabila mereka berpuasa, maka saya
terikat sampai mereka berbuka kembali.

Apabila mereka menunaikan manasik Haji, maka saya jadi gila. Apabila mereka
membaca Al Qur’an, maka saya akan meleleh (mencair) seperti timah yang
dipanaskan dengan api. Apabila mereka bersedekah maka seakan2 orang yang
bersedekah tersebut mengambil kapak lalu membelahku menjadi dua.”
” Mengapa ?”

” Sebab dengan sedekah itu, Allah SWT akan menurunkan keberkahan dalam
hartanya, menjadikan dia disenangi di kalangan makhluk-Nya, dengan sedekah itu
pula Allah SWT akan menjadikan suatu penghalang antara neraka dengannya dan
akan menghindarkan segala bencana dan penyakit.”
” Segala puji bagi Allah SWT yang telah menjadikan
umatku bahagia dan mencelakakanmu sampai pada waktu yang ditentukan,”
tutur Rasulullah SAW.

” Tidak mungkin ! Di mana umatmu bisa bahagia sementara aq senantiasa
hidup dan tidak mati sampai pada waktu yang telah ditentukan. Lalu bagaimana
engkau bisa bahagia terhadap umatmu, sementara aq bisa masuk kepada mereka
melalui aliran darah dan daging, sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan
yang telah menciptakanku dan telah menunda kamatianku sampai pada hari mereka
dibangkitkan kembali (kiamat), sungguh aq akan menyesatkan mereka seluruhnya,
baik yang bodoh maupun yang alim, yang awam maupun yang bisa membaca Qur’an,
yang nakal maupun yang rajin beribadah, kecuali hamba2 Allah SWT yang mukhlis
(murni).” jawab Iblis.

Kemudian Rasulullah SAW meneruskan pertanyaannya, ” Wahai makhluk yang
terkutuk, siapa teman dudukmu ?”

” Orang2 yang suka makan riba.” jawab Iblis lagi.
” Siapa teman dekatmu ?” tanya Rasulullah SAW.
” Orang yang berzina.”
” Siapa teman tidurmu ?”
” Orang yang mabuk.” jawab Iblis.
” Siapa tamumu ?” Tanya Rasulullah
” Pencuri.”
” Siapa utusanmu ?” tanya Rasulullah
” Tukang sihir (dukun).” jawab Iblis.

” Apa yang menyenangkan pandangan matamu ?” tanya Rasulullah.

” Orang yang bersumpah dengan talak.” jawab Iblis.
” Siapa kekasihmu ?” tanya Rasulullah.
” Orang yang meninggalkan sholat Jum’at.”
” Apa yang membuat hatimu panas ?” tanya Rasulullah.
” Bila manusia banyak beristighfar kepada Allah, di malam maupun siang
hari.”

” Apa yang membuatmu malu dan hina ?” tanya Rasulullah.
” Sedekah secara rahasia.” jawab Iblis.
” Apa yang dapat mengendalikan kepalamu ?” tanya Rasulullah
” Memperbanyak sholat berjamaah.”
” Siapa orang yang paling membahagiakanmu ?” tanya Rasulullah
” Orang yang sengaja meninggalkan sholat.”

” Siapa yang paling celaka menurut engkau ?” Tanya Rasulullah
” Orang2 yang kikir.” Lalu, kata Iblis lagi, ” Setiap harta yang
tidak dikeluarkan zakatnya, maka saya ikut memakannya. Saya juga ikut memakan
yang bercampur riba dan haram serta segala harta yang tidak dimohonkan
perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah
dari setan ketika bersetubuh dengan istrinya, maka setan akan ikut bersetubuh.
Akhirnya melahirkan anak yang mendengar dan taat kepadaku.”

” Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan maksud mencari penghasilan
yang tidak dihalalkan, maka aq adalah temannya.”
” Aq memohon kepada-Nya agar aq punya rumah, maka kamar mandi adalah
rumahku. Aq memohon agar punya masjid, maka pasar adalah masjidku. Aq memohon
agar punya Al Qur’an, maka syair adalah Al Qur’anku. Aq mohon agar aq punya
adzan, maka terompet adalah adzanku. Aq memohon kepada-Nya agar aq punya tempat
tidur, maka orang2 yang mabuk adalah tempat tidurku …. ”

Rasulullah berkata kepada Iblils, ” Andaikan tidak setiap apa yang engkau
ucapkan itu didukung oleh ayat2 dari kitab Allah tentu aq tidak akan
membenarkanmu.”

* Petikan dari Syajaratul-Kaun, doktrin tentang pribadi Muhammad SAW, yang
ditulis oleh Asy-Syaikh Al-Akbar Muhyidin Ibnu Arabi Abdullah Muhammad bin Ali
bin Muhammad bin Ahmad bin Ali Al-Hatimi Ath-Tha’i Al Andalusia, 17 Ramadhan
560 H – 22 Rabi’ust-Tsani 638 H *

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *