Penyerahan SPT

Tanggal 31 Maret 2009, adalah hari terakhir penyerahan SPT dan seperti yang sudah saya lakukan selama 2 tahun terakhir ini saya menyerahkan SPT pada tanggal tersebut. Ada banyak perbedaan dari sebelumnya, di antaranya saya mengisi SPT nya di rumah. Berbeda dengan dua tahun terakhir saya mengisi SPT nya di kantor pajak di bantu oleh petugas pajak.

Pengisian SPT dapat dilakukan di rumah atas saran petugas pajak tahun lalu, yang menyarankan saya untuk mengkopi lembar SPT nya supaya bisa dicontek tahun berikutnya. Berkat saran dia lah saya hanya mencontek dan mengganti beberapa angka saja untuk SPT tahun ini. Sehingga saya datang ke kantor pajak dengan membawa SPT yang sudah diisi lengkap kemudian dimasukkan ke amplop, dan amplop tersebut di cap oleh petugas pajak di kantor pajak.

Cap tersebut kemudian diisi oleh kita diantaranya NPWP, nama, status dan nomor telepon. Yang paling penting adalah status harus diisi NIHIL karena kebetulan ya pajak saya sudah dibayarin oleh kantor. setelah itu antri sebentar untuk mengumpulkan SPT tersebut ke salah seorang petugas. Petugas tersebut tidak memeriksa lembar SPT yang saya berikan. Amplop nya aja tidak dibuka. Aneh juga, terus ngapain saya mesti menyerahkan SPT ??? Tanya kenapa? setelah itu saya diberi tanda terima SPT

Kalau begini buat apa saya harus menyerahkan SPT, apakah nanti lembar SPT itu akan dicek ??? hugh… BIROKRASI KOMPLEKS deh.

Mending negara ubah aja peraturannya, tidak perlu menyerahkan SPT titik… Setiap orang kan sudah bayar pajak, ngapain lapor ??? Harusnya setiap pembayaran pajak ya dicatat siapa2 aja yang sudah bayar. Jadi gak perlu pake lapor segala?? berapa waktu, tenaga, dan biaya yang terbuang coba dipikirkan.

Sudah saatnya segala macam birokrasi yang gak perlu dihilangkan dari Indonesia.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *