Tilang Polisi

Berikut adalah pengalaman seorang teman saat ditilang oleh polisi. Barangkali bisa dijadikan pelajaran.

Pengalaman di bawah ditulis dengan nama samaran dan tanpa ijin dari yang bersangkutan.

Begini ceritanya:

Kemarin sore, waktu lewat di jalan otista menuju matraman saya melakukan pelanggran lalu lintas, sehingga di STOP oleh seorang Polisi.
Seperti biasa, dengan gaya negosiasi polisi mau menilang saya.Ketika mau ditilang, saya ingat email yang sempat beredar tentang form tilang warna merah dan biru. Lalu terjadilah percakapan antara saya dan polisi. Kira-kira percakapannya sbagai berikut.

XYZ: “Silahkan Bapak tilang saya, tapi saya minta form warna biru.”.
Polisi: “Wah, form warna biru sudah tidak berlaku lagi. Itu cuma ada jaman dulu”.
XYZ: “Pak, saya ini bukan orang bodoh yang gak ngerti hukum. Saya tahu kalau form merah itu buat orang yang mau melakukan pembelaan di pengadilan. Sedang form biru jika kita memang mengakui pelanggaran
yang kita lakukan. Dan sekarang saya ngaku salah ke Bapak. Jadi saya minta ditilang dengan form biru.”.
Polisi: “Anda ini dapat informasi dari mana? Itu tidak benar”.
XYZ: “Kalau begitu Bapak bikin pernyataan tertulis kalau form biru sudah tidak berlaku baru saya mau ditilang pake form merah”.
Polisi: “Wah tidak bisa.”
XYZ: “Kalau begitu saya tidak mau ditilang”.

Sambil marah-marah polisi itu mengembalikan SIM+STNK saya.Gak jadi
ditilang deh, hehhehe.

Btw, ada yang tau gak yah detail tentang form merah dan biru ini.
Kenapa polisi tsb gak mau nilang saya pake form biru?

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *