Forever And One (Neverland)

What can I do?
Will I be getting through?
Now that I must try to leave it all behind
Did you see what you have done to me?
So hard to justify
Slowly it’s passing by

Forever and one
I will miss you
However, I kiss you
Yet again
Way down in Neverland
So hard I was trying
Tomorrow I’ll still be crying
How could you hide your lies
Your lies

Here I am
Seeing you once again
My mind’s so far away
My heart’s so close to stay
Too proud to fight
I’m walking back into night
Will I ever find someone to believe?

Forever and one
I will miss you
However, I kiss you
Yet again
Way down in Neverland
So hard I was trying
Tomorrow I’ll still be crying
How could you hide your lies
Your lies

Semua jaringan harus berbasis IP pada 2011

[lang_id]Sumber: email

JAKARTA: Seluruh jaringan telekomunikasi di Indonesia pada 2011-2012 akan berbasis protokol Internet (IP). Pemerintah optimistis jaringan tersebut dapat menjangkau sekitar 75% populasi pada tahun 2015. Ditjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar optimistis dengan pencapaian berdasarkan proyeksi roadmap layanan telekomunikasi di mana penggelaran infrastruktur berbasis IP sudah bukan merupakan hal yang sulit.

Layanan berbasis IP, tuturnya, akan mendorong penghematan yang cukup besar dari penggunaan infrastruktur, terutama soal okupansi jaringan sehingga tarif semua layanan telekomunikasi dipastikan akan turun secara signifikan.

“Jika teknologinya sudah next generation network [NGN], basis IP bukan hal yang sulit. Nantinya diperkirakan pada tahun 2015 basis IP akan menjangkau 75% dari total populasi Indonesia,” ujarnya di sela-sela seminar bertajuk The Future of Telecommunication, kemarin.

Direktur Network Services PT Telkom Tbk, I Nyoman G. Wiratnyana memperkirakan pada saat konvergensi IP terjadi pada 2012 dengan menyatunya jaringan agregat, gaya hidup sebagian masyarakat di Indonesia akan berubah.

“Ke depan infrastruktur dan produk harus jadi satu, dan akan lebih baik untuk melayani pelanggan jika menyatu secara end-to-end,” ujarnya.

Dia menjelaskan konvergensi itu harus dibarengi dengan meningkatnya perhatian dan pemahaman masyarakat agar utilisasi jaringan maksimal.

Guntur Siboro, Marketing Director PT Indosat Tbk, menuturkan pihak operator sudah siap dengan jaringan IP dan tantangannya ada pada sambungan ke pelanggan.

Dia memperkirakan bisa terjadi perubahan di mana jika saat ini 70%-80% pendapatan berasal dari suara, ekosistem bisa berubah cepat melalui model bisnis Internet.
Dian Siswarini Direktur Jaringan PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) mengatakan bagi operator sebenarnya kendala bukan pada teknologi atau metode yang digunakan tetapi lebih pada upaya memperluas akses.[/lang_id]

[lang_en]Source: email

JAKARTA: The Indonesian telecommunications network in 2011-2012 will be based on Internet protocol (IP). The government is optimistic that the network can reach about 75% of the population in 2015.
Directorate General of Post and Telecommunication Basuki Yusuf Iskandar Depkominfo optimistic projections based on the achievement of telecommunications services roadmap in which the deployment of IP-based infrastructure was not a difficult thing.

IP-based services, he said, would encourage significant savings from the use of infrastructure, particularly about the network so that the occupancy rates of all telecommunications services certainly will come down significantly.

“If the technology is next generation networks [NGN], the basis of IP is not a difficult thing. Later in the year 2015 is estimated IP base will reach 75% of the total population of Indonesia, “he said on the sidelines of a seminar titled The Future of Telecommunication, yesterday.

Director of Network Services PT Telkom, I Nyoman G. Wiratnyana estimate at the time of IP convergence is happening in 2012 with the merging of the aggregate network, lifestyle most people in Indonesia will change.

“In the future, infrastructure and the product must be one, and would be better to serve the customer if the integrated end-to-end,” he said.

He explained that convergence should be coupled with increased attention and public awareness to the maximum network utilization.

Guntur Siboro, Marketing Director of PT Indosat Tbk, said the operator was ready to IP networks and the challenge is in connection to the customer.

He estimates the change could happen where if current 70% -80% of revenues come from voice, ecosystems may change rapidly through the Internet business model.
Dian Siswarini Network Director of PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) said the operator was not on the technological constraints or the method used but rather in an effort to expand access.[/lang_en]

Aku Tidak Lebih Dulu ke Surga

Baca dan Renungkan !

Aku tidak tahu dimana berada. Meski sekian banyak manusia berada disekelilingku, namun aku tetap merasa sendiri dan ketakutan. Aku masih bertanya dan terus bertanya, tempat apa ini, dan buat apa semua manusia dikumpulkan. Mungkinkah, ah aku tidak mau mengira-ngira.
Rasa takutku makin menjadi-jadi, tatkala seseorang yang tidak pernah kukenal sebelumnya mendekati dan menjawab pertanyaan hatiku. “Inilah yang disebut Padang Mahsyar,” suaranya begitu menggetarkan jiwaku. “Bagaimana ia bisa tahu pertanyaanku,” batinku. Aku menggigil, tubuhku terasa lemas, mataku tegang mencari perlindungan dari seseorang yang kukenal.
Kusaksikan langit menghitam, sesaat kemudian bersinar kemilauan. Bersamaan dengan itu, terdengar suara menggema. Aku baru sadar, inilah hari penentuan, hari dimana semua manusia akan menerima keputusan akan balasan dari amalnya selama hidup didunia. Hari ini pula akan ditentukan nasib manusia selanjutnya, surgakah yang akan dinikmati atau adzab neraka yang siap menanti.
Aku semakin takut. Namun ada debar dalam dadaku mengingat amal-amal baikku didunia. Mungkinkah aku tergolong orang-orang yang mendapat kasih-Nya atau jangan-jangan ………
Aku dan semua manusia lainnya masih menunggu keputusan dari Yang menguasai hari pembalasan. Tak lama kemudian, terdengar lagi suara menggema tadi yang mengatakan, bahwa sesaat lagi akan dibacakan daftar manusia-manusia yang akan menemani Rasulullah SAW di surga yang indah. Lagi-lagi dadaku berdebar, ada keyakinan bahwa namaku termasuk dalam daftar itu, mengingat banyaknya infaq yang aku sedekahkan. Terlebih lagi, sewaktu didunia aku dikenal sebagai juru dakwah. “Kalaulah banyak orang yang kudakwahi masuk surga, apalagi aku,” pikirku mantap.
Akhirnya, nama-nama itupun mulai disebutkan. Aku masih beranggapan bahwa namaku ada dalam deretan penghuni surga itu, mengingat ibadah-ibadah dan perbuatan-perbuatan baikku. Dalam daftar itu, nama Rasulullah Muhammad SAW sudah pasti tercantum pada urutan teratas, sesuai janji Allah melalui Jibril, bahwa tidak satupun jiwa yang masuk kedalam surga sebelum Muhammad masuk. Setelah itu tersebutlah para Assabiquunal Awwaluun. Kulihat Fatimah Az Zahra dengan senyum manisnya melangkah bahagia sebagai wanita pertama yang ke surga, diikuti para istri-istri dan keluarga rasul lainnya.
Para nabi dan rasul Allah lainnya pun masuk dalam daftar tersebut. Yasir dan Sumayyah berjalan tenang dengan predikat Syahid dan syahidah pertama dalam Islam. Juga para sahabat lainnya, satu persatu para pengikut terdahulu Rasul itu dengan bangga melangkah ke tempat dimana Allah akan membuka tabirnya. Yang aku tahu, salah satu kenikmatan yang akan diterima para penghuni surga adalah melihat wajah Allah. Kusaksikan para sahabat Muhajirin dan Anshor yang tengah bersyukur mendapatkan nikmat tiada terhingga sebagai balasan kesetiaan berjuang bersama Muhammad menegakkan risalah. Setelah itu tersebutlah para mukminin terdahulu dan para syuhada dalam berbagai perjuangan pembelaan agama Allah.
Sementara itu, dadaku berdegub keras menunggu giliran. Aku terperanjat begitu melihat rombongan anak-anak yatim dengan riang berlari untuk segera menikmati kesegaran telaga kautsar. Beberapa dari mereka tersenyum sambil melambaikan tangannya kepadaku. Sepertinya aku kenal mereka. Ya Allah, mereka anak-anak yatim sebelah rumahku yang tidak pernah kuperhatikan. Anak-anak yang selalu menangis kelaparan dimalam hari sementara sering kubuang sebagian makanan yang tak habis kumakan.
“Subhanallah, itu si Parmin tukang mie dekat kantorku,” aku terperangah melihatnya melenggang ke surga. Parmin, pemuda yang tidak pernah lulus SD itu pernah bercerita, bahwa sebagian besar hasil dagangnya ia kririmkan untuk ibu dan biaya sekolah empat adiknya. Parmin yang rajin sholat itu, rela berpuasa berhari-hari asal ibu dan adik-adiknya di kampung tidak kelaparan. Tiba-tiba, orang yang sejak tadi disampingku berkata lagi, “Parmin yang tukang mie itu lebih baik dimata Allah. Ia bekerja untuk kebahagiaan orang lain.” Sementara aku, semua hasil keringatku semata untuk keperluanku.
Lalu berturut-turut lewat didepan mataku, mbok Darmi penjual pecel yang kehadirannya selalu kutolak, pengemis yang setiap hari lewat depan rumah dan selalu mendapatkan kata “maaf” dari bibirku dibalik pagar tinggi rumahku. Orang disampingku berbicara lagi seolah menjawab setiap pertanyaanku meski tidak kulontarkan, “Mereka ihklas, tidak sakit hati serta tidak memendam kebencian meski kau tolak.”
Masya Allah murid-murid pengajian yang aku bina, mereka mendahuluiku ke surga. Setelah itu, berbondong-bondong jamaah masjid-masjid tempat biasa aku berceramah. “Mereka belajar kepadamu, lalu mereka amalkan. Sedangkan kau, terlalu banyak berbicara dan sedikit mendengarkan. Padahal, lebih banyak yang bisa dipelajari dengan mendengar dari pada berbicara,” jelasnya lagi.
Aku semakin penasaran dan terus menunggu giliranku dipanggil. Seiring dengan itu antrian manusia-manusia dengan wajah ceria, makin panjang. Tapi sejauh ini, belum juga namaku terpanggil. Aku mulai kesal, aku ingin segera bertemu Allah dan berkata, “Ya Allah, didunia aku banyak melakukan ibadah, aku bershodaqoh, banyak membantu orang lain, banyak berdakwah, izinkan aku ke surgaMu
Orang dengan wajah bersinar disampingku itu hendak berbicara lagi, aku ingin menolaknya. Tetapi, tanganku tak kuasa menahannya untuk berbicara. “Ibadahmu bukan untuk Allah, tapi semata untuk kepentinganmu mendapatkan surga Allah, shodaqohmu sebatas untuk memperjelas status sosial, dibalik bantuanmu tersimpan keinginan mendapatkan penghargaan, dan dakwah yang kau lakukan hanya berbekas untuk orang lain, tidak untukmu,” bergetar tubuhku mendengarnya.
Anak-anak yatim, Parmin, mbok Darmi, pengemis tua, murid-murid pengajian, jamaah masjid dan banyak lagi orang-orang yang sering kuanggap tidak lebih baik dariku, mereka lebih dulu ke surga Allah. Padahal, aku sering beranggapan, surga adalah balasan yang pantas untukku atas dakwah yang kulakukan, infaq yang kuberikan, ilmu yang kuajarkan dan perbuatan baik lainnya. Ternyata, aku tidak lebih tunduk dari pada mereka, tidak lebih ikhlas dalam beramal dari pada mereka, tidak lebih bersih hati dari pada mereka, sehingga aku tidak lebih dulu ke surga dari mereka.

Termasuk Manakan Anda ?
Jam dinding berdentang tiga kali. Aku tersentak bangun dan, astaghfirullah ternyata Allah telah menasihatiku lewat mimpi malam ini. (bay)

tidur.JPG

For Rent Executive Room in Kemang

I have a new place in kemang, jaksel. here;s the info. please let me know if interested. telp 0816730127. email dikizoel@hotmail.com. looking forward to here from u. thank youFOR RENT: KEMANG PLACE. STUDIO APARTMENT (KOST EXCLUSIVE). CONCEPT MEDITERRANEAN. 20 UNITS. Rp.2,700,000.-/MONTH. JL.AMPERA RAYA NO.15, KEMANG. JAKARTA SELATAN

ROOM FACILITIES: AC.BATH W/ WATER HEATER.FURNISHED. INTERNET CONNECTION. TELEPHONE. REFRIGERATOR

COMMUNITY FACILITIES: RESTAURANT. FITNESS. SECURITY 24 HOUR. LARGE PARKING LOT. MAID/ROOM SERVICE. LAUNDRY. KITCHEN
GATED BUILDING

For information & reservation please call: Diki: 0816730127 / (021) 93171551

Sign in Multiple Yahoo Messenger in One Computer

Actually yahoo messenger doesn’t allow you to sign in multiple account in one computer. You can use Yahoo multi messenger that you can download here.

The other way is you create another profile on your yahoo messenger application.

1. Click Messenger than My profiles

2. Create another profile on the web site

3. Than, binggo you have more than one account in one Computer.

4. You can chat with your pal with any of your profiles or you can hide your actual profile.

Nokia 6120 Classic Review

Nokia 6120 classic is the cheapest HSDPA (3.5 G) hand phone in the world (only IDR 2.185.000 at Feb 8th, 2008). With the elegant black chrome. Besides it’s very light in weight and thin.

You can see all the spesification on http://www.nokia.co.id/A4617036. Althought, it’s stated UL/DW maximum is 384 kbps, when I tried it to connect to my laptop and tried to test the bandwidth using XL and bandwidth tester in www.telkomspeedy.com give the result almost 1 Mbps.

speedy-jakarta-2.jpg

Speed Test to singapore :

speedtest-singapore.jpg

Why Nokia give the specification UL/DW maximum 384 kbps, so far I know the bandwidth rate for HSDPA can be 10 times bigger than that.

“BUBLE INFORMATION” MARKETING “PTS KONGLOMERAT” SUATU BENTUK PENIPUAN BARU

Sumber: EMAIL

Prof.Ir. Priyo Suprobo, MS., PhD
Rektor ITS dan Tim Akreditasi PT-DIKTI

Majalah Globe Asia, sebuah majalah baru dengan positioning untuk
eksekutif bisnis yang diterbitkan oleh kelompok Lippo, pada edisi
Pebruari 2008 membuat pemeringkatan PTN dan PTS. Hasilnya adalah cukup
mengagetkan, dimana UPH (Universitas Pelita Harapan) , yang juga
dimiliki oleh kelompok Lippo, mengalahkan ranking PTN-PTN terkemuka
maupun PTS-PTS terkemuka di Indonesia. Sebagai contoh, total score UPH
(356) “diposisikan” mengalahkan 5 besar PTN seperti UGM (338), ITB
(296), IPB (283), UNAIR (279), dan ITS(258). UPH juga “diposisikan”
mengalahkan PTS terkemuka seperti TRISAKTI (263), ATMAJAYA (243), UNPAR
(230), dan PETRA (151).

Sebagai seorang akreditor Perguruan Tinggi yang telah bertahun-tahun
mengakreditasi kebanyakan PTN maupun PTS, termasuk pernah mengakreditasi
UPH dan Perguruan Tinggi lain sebagaimana yang disebutkan diatas, maka
saya merasa aneh dengan “pemosisian” ranking oleh Globe Asia tersebut.
Keanehan pertama, Globe Asia menggunakan kriteria-kriteria yang meskipun
“mirip”dengan lembaga pemeringkat Internasional, tetapi member “bobot”
yang berbeda. Sebagai contoh, fasilitas kampus diberi bobot 16%,
sementara kualitas staff akademik (Dosen) hanya dibobot 9%. Lebih parah
lagi, kualitas riset hanya dibobot 7%. Keanehan kedua adalah sub
kriteria dari fasilitas kampus misalnya tidak memasukkan kapasitas
bandwidth sebagaimana standar akreditasi yang ada. Keanehan ketiga
adalah sistem membandingkan yang tidak berbasis kaidah logis dasar
“apple to apple” (kesederajatan).

Bila kita menilik standar akreditasi, maka ada akreditasi dalam negeri
oleh DIKNAS (BAN PT), regional asia (Asia University Network, AUN),
maupun sistem akreditasi pemeringkatan dunia (THES, Jiao Tong, Webbo).
Akreditasi dalam negeri, regional, maupun dunia menggunakan
kriteria-kriteria dan KPI (Key Performance Indicator) yang “logis secara
akademis”. Artinya adalah bahwa kriteria tersebut (meskipun bervariasi)
adalah memang benar-benar akan menunjukkan “jaminan mutu” dari input,
proses, sarana pendukung, hingga outcome produknya. Tidak ada dari
kriteria dan sub kriteria yang hanya menunjukkan keunggulan “kemewahan
lifestyle” sebagaimana yang ingin ditonjolkan dalam hasil Globe Asia
Ranking. Demikian juga halnya dengan membandingkan antara Universitas
dengan Institut yang nature kriterianya pasti berbeda, misalnya di
Institut teknik manapun tidak ada yang mempunyai Fakultas Hukum dan
Fakultas Kedokteran sebagaimana sub kriteria ranking yang dibuat Globe Asia.

Dengan demikian, maka ranking yang dilakukan Globe Asia akan menjadi
suatu bentuk “penipuan” informasi yang bersifat “buble” kepada publik,
khususnya orang tua mahasiswa dari kalangan eksekutif sebagai target
pasar majalah tersebut. Penipuan ini menjadi meluas ketika dirilis
secara “tidak kritis” oleh koran Suara Pembaruan, 29 Januari 2008.

Mungkin fenomena seperti ini adalah akibat dari komersialisasi
pendidikan di Indonesia. Pendidikan, khususnya Pendidikan Tinggi, telah
menjadi komoditas yang “empuk” untuk menaikkan status sosial pemilik
hingga meraup keuntungan yang besar. Ditangan para pesulap bisnis, maka
pendidikan juga dikelola dengan image “Lifestyle” (gaya hidup), bukan
dengan image “Qualistyle” (gaya kualitas). Mereka menyusun ranking
sesuai dengan “Strength” yang dimilikinya, sekaligus menyembunyikan
“Weakness” yang seharusnya menjadi kriteria akreditasi. Akibatnya adalah
bahwa segala cara akan dilakukan yang penting target meraih mahasiswa
selama periode marketing setiap awal tahun (Pebruari sampai Juli) mampu
dicapai dengan memuaskan.

Buble informasi yang dilakukan Globe Asia untuk menaikkan citra UPH
tersebut secara langsung akan mengganggu citra beberapa PTN maupun PTS
yang dikelola dengan kaidah jaminan mutu yang baik. Sebagai gambaran,
sistem Webbo Rank (Juli 2007) yang merupakan sistem akreditasi dunia
pada penekanan kriteria kerapihan manajemen data menempatkan PTS
terkenal di kawasan Timur, yaitu Universitas Petra dalam ranking ke 49
Se Asia Tenggara, UGM dan ITB adalah ranking ke-12 dan 13. Dalam
Webbo rank Juli 2007 itu tidak ada kelas ranking UPH, padahal webbo rank
adalah sistem dunia yang dianggap “paling sederhana”.

Oleh karena itu, maka sudah saatnya pemerintah sebagai regulator
bersama-sama dengan masyarakat untuk secara aktif mengawasi pola
komersialisasi pendidikan yang dampaknya menggunakan cara-cara tidak
“fair”dalam rangka merekrut mahasiswa. Hasil kerja dari Badan Akreditasi
Nasional (BAN) yang membuat 15 standar penilaian antara lain: tata
kelola kepemimpinan, fasilitas lab, alumni, jumlah Guru Besar (tidak
perlu harus expert asing), rasio Dosen dengan Mahasiswa, prestasi
Mahasiswa, hingga rasio antara jumlah peminat dengan yang diterima
adalah merupakan kriteria yang sangat lengkap untuk menunjukkan daya
saing suatu Perguruan Tinggi.

Daya saing pendidikan tinggi sebagaimana yang diamanatkan dalam konsep
strategis HELTS DIKTI (Higher Education Long Term Strategy) haruslah
dicapai dengan sistem penjaminan mutu yang benar, sehingga hasilnya bisa
dilihat salah satunya dengan criteria akreditasi yang logis secara
akademis, bukan logis secara pendekatan bisnis. (PS)

Loose Weight Without Diet

Below is the tips to loose your weight without diet. I summarize from “Diet Tanpa Diet” Books.

Drink one table spoon Olive Oil Extra Light one hour before breakfast and dinner and one table spoon sugar water one hour before lunch.

Olive Oil Extra Light can be found on Hero Supermarket.

Only do that, you will loose your weight. You don’t have to do exercise, fitness, diet and many more only drink Olive Oil Extra Light.

Please remember there is two kind of Olive Oil, one is extra light the other is extra virgin. You only need Olive Oil Extra Light.

Try it, tell me if you are success

Download from Hand Phone

I think more than 90% of Hand Phone’s Customers in Indonesia only use their hand phone for making voice call or sending sms only.

I have experience to advertise my application that can run on Hand phone. People who wants to use that application for free should access the WAP site directly from their hand phone.

But almost 99% people who read the instruction how to download to their hand phone only browse using their computer desktop not using their hand phone.

It can be, they do not know how to browse using their hand phone or they do not have the hand phone that can do browsing.

It’s very difficult to educate people in Indonesia to use their hand phone for browsing.

Gosip Tarif XL

Sumber: email

Coba simak deh apa bener ini gosip teh??
————————————————————————

Udah liat kan iklannya XL Bebas yang paling baru dengan tagline barunya
Tarif Paling Murah Ke Semua Operator.
Pas liat iklan ini siapapun pasti akan kepincut dan berpindah haluan ke
XL yg katanya XL Bebas paling murah di GSM, apalagi tarif ini semua
operator.

Tapi setelah saya cari referensi di website XL, akhirnya saya
menemukan sesuatu yang masih dan tetap dipertahankan sama XL perusahaan
besar yang masih melakukan tricky dan suka menipu pelanggan loyalnya.
Udah kita loyal
pada XL, kita bela-belain, ternyata ….. kita ditipu juga.

Penjelasannya seperti ini :
Jika kita telpon pake XL selama 3 menit :
Berarti di menit 0 sampai menit ke-2 (120 dtk), kita kena biaya
Rp.25/detik alias keseluruhan 2 menit pertama kena 25×120 dtk = Rp. 3.000.
Nah di menit ke-3 baru XL berlakukan tarif 0.1/dtk nya alias keseluruhan
menit ke-3 terakhir kita kena 0.1 x 60 = Rp 6.
Total Biaya Untuk 3 Menit Ke Beda operator Rp. 3000 + 6 = Rp. 3006
Nah kalau kita menelpon misalnya selama 6 menit, apa kita akan kena 3000
+ 6 + 6 + 6 +6 = Rp 3024 ???? Salah besar ….. kita membayarnya akan
seperti melompat-lompat :
Menit ke 1-2 kena : Rp. 3000
Menit ke-3 kena : Rp. 6
Menit ke 4-5 kena : Rp. 3000…. lageeee
Menit ke-6 kena : Rp. 6, dst…dst…dst …
Jadi untuk telpon 6 menit kenanya tetap mahal, yaitu 3000+6+3000+6 = Rp.
6012.

Sama aja bohong kali ya kalau hitungannya seperti ini, jangan ketipu
lagi deh.

Dan yang gak fair lagi di materi promosi XL ini tidak ada satupun yang
mengungkapkan kata-kata tersirat seperti hal hitungan diatas itu,
walaupun dengan sedikit quote kecil….kelee ya